Selasa, 10 Februari 2009

AKU DAN DEBU

Aku jelajah ini kota
Simpang siurnya
Tampak tangis darah dan daging
Mengeluh jatuh ke debu
Bertemu debu dan debu

Aku jelajah gunung dan lembah
Debu ngebul dari kakiku
Mulut bedil dan mortar
Rahang meriam, ngebulkan debu
Debu dan debu

Aku penjelajah gelap dan cahaya
Aku dan Debu
Seperti tangis darah dan daging
Seperti debu, keluh kakiku
Debu takdir, bedil dan mortar

Pada akhir jalanku
Kembali pada debu
Dari gelap ke caya
Di mana aku lupakan debu

Jakarta, 8 Mei 1948

Mimbar Indonesia,
Th II No. 21, 22 Mei 1948

M. Taslim Ali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar